Orang sakit gigi pasti sebel mendengar suaranya !
Kita sudah lama kenal kendaraan roda empat bermerek Daihatsu. Sebenarnya Daihatsu itu adalah nama salah satu dewa Jepang kuno. Kita tahu Daihatsu mulai dari varian Hijet 55 Wide, Hijet 1000, Espass, Charade, Classy, Feroza, Taft, Taruna hinnga Terios
Namun, kendaraan merek ini sebenarnya sudah masuk ke Indonesia sejak awal tahun 1960-an dan bisa jadi merupakan kendaraan buatan Jepang yang pertama kali masuk ke negeri ini. Dialah jenis kendaraan roda tiga yang kita sebut sebagai bemo (becak-motor) yang datang ke Indonesia sebagai bagian dari pembayaran pampasan perang.
Kalau di Bandung Bemo, sempat menjadi kendaraan kota yang amat populer hingga menyingkirkan rezim “cator” (becak-motor) yang ada sejak awal tahun 1950-an. Namun pada awal 1960-an, datanglah kendaraan jenis roda tiga yang tampangnya mirip almarhum Dono Warkop ini.
Sebenarnya di negeri asalnya, bemo hanya untuk mengangkut barang dengan bak terbuka. Namun di Indonesia dirombak total untuk mengangkut penumpang. Hanya dengan memberinya tudung terpal dan bangku panjang dua baris berhadapan. Walhasil jika menumpang bemo, lutut penumpang akan saling beradu.
Bunyinya nyaring memekakkan telinga dan membuat heboh orang sakit gigi tetapi kecepatannya sudah jauh kedodoran bila dibandingkan angkutan kota jenis roda empat merek Jepang yang menyusul kemudian. Namun si ”mancung” dengan mesin Daihatsu ini memang tergolong tangguh. Dia lahir awal tahun enam puluhan dan tak pernah ada generasi baru.
0 Tanggapan ke “BEMO”