Logo khas Rolling Stones termasuk merek dagang yang termasuk paling terkenal di dunia. Lidah dan bibir itu begitu akrab dengan banyak orang di bumi ini. Layaknya tulisan berwarna merah dan putih Coca-Cola atau busur merah McDonald’s. Lidah dan bibir itu juga diasosiasikan sebagai milik Mick Jagger, bisa juga mulut Keith Richards.
Logo terkenal ini untuk pertama kalinya pada bulan April 1971 digunakan sebagai label dari single Rolling Stones, Brown Sugar. Juga di sampul belakang piringan hitam Sticky Fingers. Label ini merupakan debut Stones yang mendirikan Rolling Stones Records.
Ternyata logo itu menjadi abadi dan menjadi bahan promosi melalui kaus, stiker, program tur, cangkir, bendera, celana renang, bahkan pesawat telepon. Stones mengeruk penjualan rata-rata senilai 84 juta dollar AS hanya dari promosi lidah ini.
Selama bertahun-tahun, logo yang aslinya berwarna merah dan putih itu diperbarui rancangan dan warnanya. Lidahnya ditambahi segala macam barang, termasuk diwarnai sesuai dengan bendera Inggris.
Pada awalnya, desain ini disebut-sebut sebagai hasil ciptaan tim kreatif Andy Warhol. Ini masuk akal karena sentuhan Warhol terasa sekali, apalagi memang dia yang mendesain sampul album Sticky Fingers.
Warhol berkenalan dengan Jagger dalam sebuah pesta di New York, AS, bulan Oktober 1964. Di antara tamu terdapat juga editor majalah Then, Nicky Haslam, dan fotografer David Bailey.
Hubungan antara Jagger dan Warhol tidak pernah mulus, antara lain karena Warhol menuduh Stones membajak karyanya yang menjadi sampul album Through The Past Darkly. Meskipun demikian, ketika bertemu di New York tahun 1969, Warhol mengusulkan gagasan dia mengenai sampul depan Sticky Fingers yang bergambar tubuh lelaki dari perut sampai paha lengkap dengan celana jins dan juga sebuah resleting.
Warhol pada awalnya tidak mau mengungkapkan bagian tubuh milik siapa yang dipajang di sampul depan itu. Dia hanya memberitahukan khalayak bahwa bagian badan itu adalah milik salah satu dari tiga model: Jed Johnson dan saudaranya, Jay, serta Corey Tippin.
Belakangan ketahuan itu milik Jed Johnson. Sementara bagian tubuh yang menjadi model di sampul dalam album itu adalah milik asisten Warhol, Glenn O’Brien. Itulah sebabnya logo lidah dan bibir langsung diasosiasikan sebagai karya Warhol.
Lalu, 24 tahun kemudian, majalah Billboard melaporkan bahwa logo itu merupakan karya seorang artis dan perancang grafis asal Brooklyn, New York, bernama Ruby Mazur. Menurut cerita Mazur, Jagger menawari dia membuat desain untuk single Tumbling Dice tahun 1972.
Mazur adalah artis yang sudah terkenal, yang pada usia 21 tahun menghasilkan karya-karya cukup monumental ketika bekerja di Paramount Records tahun 1969. “Saya bahkan tidak tahu ukuran sebuah sampul depan,” kata Mazur kepada wartawan Las Vegas Review, John Przybys. “Tetapi, saya langsung membuat gambaran kasar sembari mengajukan jutaan pertanyaan kepada Jagger. Dan, pada hari selanjutnya, saya merancang sampul depan itu,” tutur Mazur.
Setahun kemudian, Mazur merebut anugerah Grammy berkat rancangan sampul depan untuk grup Crowfoot. Tahun berikutnya, dia mendirikan perusahaan desain sendiri. Dia antara lain membuat sampul depan album Keeper Of The Castle (The Four Tops), Head Keeper (Dave Mason), Cold Spring Harbor (Billy Joel), dan Back In The Alley (BB King).
Akan tetapi, karya terbesar dia adalah logo lidah dan bibir milik Stones itu. “Pada awalnya saya sempat memikirkan gambar bendera Inggris untuk lidah itu. Lalu saya berubah dan terus mencoba memahami gaya hidup dan musik Stones, aspek seksualnya, juga bibir Jagger. Lalu saya mulai membuat karikatur Jagger, tetapi gagal. Kemudian saya hanya fokus ke bibir dan lidah dia dan itu berhasil,” lanjut Mazur.
Namun, Mazur memiliki kelemahan untuk mengklaim karya itu sebagai miliknya. Pasalnya, Tumbling Dice dirilis bulan April 1972 atau satu tahun setelah logo lidah muncul.
Akan tetapi, Mazur berkilah bahwa logo itu sudah ada ketika itu dan dirampas oleh Warhol. Mungkin itu sebabnya Mazur secara resmi disebut oleh Stones sebagai perancang logo itu sampai tahun 1976.
Jadi, siapa yang sebetulnya menjadi sang pencipta? Menurut Billboard, yang dibenarkan oleh Jagger, lidah itu merupakan ciptaan seorang perancang grafis, John Pasche.
Kontak pertama Pasche dengan Stones terjadi ketika mereka menelepon Royal College Of Art di London awal tahun 1970. Mereka meminta bantuan seorang mahasiswa merancang desain untuk tur Eropa tahun 1970. John Pasche lalu bertemu Jagger dan Jo Bergman yang bekerja di manajemen Stones.
Perintah kerja kepada Pasche sangat sederhana, yakni membuat logo tur bergaya art deco. Tanggal 29 April 1972, Pasche menerima surat dari Stones yang meminta dia merancang logo atau simbol yang bisa dipakai di atas kertas, di atas buku program, dan buku edaran untuk pers. Ketika bertemu lagi, Jagger menunjukkan Pasche gambar Dewi Pali yang diambil dari sebuah kalender India.
Pasche langsung berpikir sebuah mulut dengan lidah terjulur akan menjadi simbol yang sempurna bagi mereka. Logo ini ada hubungannya dengan ciri khas Jagger yang paling kentara, mulut dia. Logo ini juga mencerminkan sebuah protes, sikap anti-kekuasaan, dan juga berkonotasi seksual.
Pasche menghabiskan waktu selama satu pekan untuk merancang sang lidah. Pasche tatkala itu hanya dibayar 50 poundsterling plus bonus empat kali lipat jumlah itu. Pasche sempat bekerja untuk label rekaman United Artist dan Chrysalis dan akhirnya kembali ke kampusnya di London sampai kini.
Ternyata, logo The Rolling Stones yang sangat terkenal ini dibuat oleh John Pasche, bukan Andy Warhol seperti yang banyak dikira orang sebelumnya.
Logo yang kata banyak orang berasal dari ndowernya bibir Mick Jagger, sebenarnya perlu dipertanyakan. Karena Keith Richard maupun Bill Wyman sama sama ndower. terlebih setelah kulit mereka mengendur di usia senja mereka

0 Tanggapan ke “The Rolling Stone’s Tongue”